mdaj

Jumat, 11 Juni 2010

UMAT, 11 JUNI 2010
testmwj
PERENCANAAN
PENGGULUNGAN
TRANSFORMATOR
Transformator adalah
suatu alat untuk
memindahkan daya listrik arus
bolak – balik dari suatu
rangkaian ke rangkaian lain
secara induksi electromagnet.
Suatu transformator
terdiri dari 2 buah kumparan
(gulungan) kawat email.
Kumparan pertama disebut
gulungan primer dan
kumparan yang kedua disebut
sekunder.
Bahan – bahan yang
diperlakukan untuk
menggulung suatu
transformator antara lain :
a. Kern
Kern atau teras besi lunak
yang terbentuk dari kumparan
besi lunak yang mengandung
silicon yang berbentuk seperti
huruf E dan I
b. Koker
Koker atau rumah atau
tempat mengulung kumparan
primer dan sekunder
c. Kawat email
Kawat email yang terbuat dari
tembaga yang dilapiskan
bahan isolasi yang tahan
panas.
Penentuan Gulungan atau volt
Pada system
penggulungan trafo biasa
terjadi penyimpangan
kerugian Seperti kerugian
kawat email dan kurang panas
tidak diperhitungkan.
Kerugian seperti ini sekitar
20% sampai 30% dari tembaga
gulungan Primer.
Apabila kita ingin
merencanakan gulungan
sekunder 100 watt,maka
Tenaga primer harus lebih 20%
sampai 25% dari tenaga
sukunder. Yang harus selalu
diingat bahwa setiap kali
tegangan gulungan Sekunder
diberi beban tegangannya
akan turun.
Keterangan :
I2 =arus yang mengalir ke
beban
E1=tegangan gulungan primer
dari PLN
E2=tegangan gulungan
sekunder
Dinegara kita tegangan
listrik berfrekuensi sekitar 50
sampai 60 Circle/second oleh
sebab itu untuk menghitung
gulungan pervolt kita.
Dapat memakai rumus:
Circle per second x 1 gulungan
Keliling besi kern untuk koker
Untuk menghindarkan
panasnya transformator
tenaga kita dapat memakai
standar 56 circle/second
sebagai dasar perhitungan
Jadi rumus perhitungan jumlah
gulungan per volt:
56 x 1 gulungan
Keliling besi kern untuk koker
GULUNG PER VOLT
Yang dimaksud dengan
gulungan per volt yaitu
sejumlah gulungan kawat
yang disesuaikan untuk
tegangan sebesar 1 Volt.
Untuk menetapkan
besar jumlah gulung per volt
dipakai ketentuan :
Rumus : gpv = f / O
Dimana
Gpv = jumlah gulang
per volt
f = frekuensi listrik (50
Hz)
O = luas irisan teras diukur dengan cm.
(hasil kali dari lebar dan tinggi
tempat gulungan
Contoh 1 :
Sebuah tempat gulung
kawat transformator
mempunyai ukuran lebar 2,5
Cm dan tinggi 2 cm. Besar
jumlah gulungan per volt :
Jawab :
gpv = f / O
f = 50 Hz
O = 2,5 x 2 = 5 Cm2
gpv = 50 / 5
= 10 gulung / volt
(setiap 10 lilitan kawat
berlaku untuk tegangan
sebesar 1 volt)
Contoh 2 :
Dibutuhkan sebuah
transformator dengan
tegangan 220 V untuk gulung
primer dan tegangan 6 V
digulungan sekundernya,
lebar tempat gulungan kawat
2,5 cm dan tinggi 2 cm.
Berapa jumlah gulungan atau
banyaknya lilitan untuk kawat
primer dan sekunder.
Jawab :
O = 2,5 x 2 = 5 cm2
gpv = 50 / 5 = 10
Jadi untuk gulung
primer dibutuhkan sejumlah
220 x 10 = 2200 lilitan. Untuk
gulungan sekunder dibutuhkan
6 x 10 = 60 lilitan. Mengingat
selalu adanya tenaga hilang di
tansformator jumlah lilitan
digulungan sekunder
ditambahkan 10% = 60 +6 = 66
lilitan.
Dengan jumlah lilitan
tersebut diatas maka bila
gulung primer dihubungkan
kepada tegangan listrik jala –
jala sebesar 220 V, gulungan
sekundernya menghasilkan
tegangan sebesar 6 volt.
GARIS TENGAH KAWAT
Garis tengah atau tebal
kawat tembaga menentukan
kemampuan kawat dilalui arus
listrik. Bila listrik yang
mengalir didalam kawat
melebihi kemapuan dari
kawat akan mengakibatkan
kawat menjadi panas dan jika
arus yang melalluinya jauh
lebih besar dari kemampuan
kawat , kawat akan terbakar
dan putus.
Tabel garis tengah
kawat
Garis tengah atau tebal
kawat (mm)
Kemampuan dilalui
arus ( A )
0,1 0,016 –
0,024
0,15 0,035 –
0,053
0,2 0,063 –
0,094
0,25 0,098 –
0,147
0,3 0,141 –
0,212
0,35 0,190 –
0,289
0,4 0,251 –
0,377
0,45 0,318 –
0,477
0,5 0,390 –
0,588
0,6 0,566 –
0,849
0,7 0,770 –
1,16
0,8 1,01 –
1,51
0,9 1,27 –
1,91
1 1,57 –
2,36
1,5 3,53 – 5,3
2 6,28 –
9,42
2,5 9,82 –
14,73
3 14,14 –
21,20
3,5 19,24 –
28,86
4 25,14 –
37,71
Contoh 3:
Suatu alat memakai
alat tenaga listrik 400 Watt
dipasang pada tegangan 20 V.
Untuk menghubungkan alat
tersebut ke sumber aliran
dibutuhkan kawat yang
bergaris tengah :
W = 400 Watt
E = 200 Volt
I = W/E I = 400/200 I = 2
Ampere
Agar mampu dilewati
arus sebesar 2 A dipakai
kawat dengan ukuran garis
tengah 1 mm. Transformator
jala-jala umumnya mempunyai
gulungan yang bercabang
guna menyesuaikan
tegangan.
Contoh perencanaan
mengulung trafo :
Perencanakan sebuah
transformator jala-jala dengan
data-data sebagai berikut:
Teras besi yang dipergunakan
mempunyai lebar 2,5 Cm dan
tinggi 2 Cm. Dikehendaki
gulung primer untuk dipasang
pada tegangan 110 V atau 220
V dan gulung sekunder yang
menghasilkan tegangan 6 V
dan 9 V, yang menghasilkan
arus 500 mA.
Tentukan berapa jumlah
gulung primer dan gulung
sekunder beserta cabang -
cabangnya. Berapa ukuran
tebal kawat yang dibutuhkan.
Pemecahannya:
0 = 2,5 x 2 = 5 Cm2.
gpv = 50/5 = 10.
Jumlah gulungan primer untuk
110 V: 110 X 10 = 1100 lilitan
Jumlah gulung primer untuk
220 V: 220 X 10 = 2200 lilitan.
Jumlah gulungan sekunder
untuk 6 V: 6 X 10 = 60 lilitan +
10% = 66 lilitan.
Jumlah gulungan sekunder
untuk 9 V: 9 X 10 = 90 lilitan +
10% = 99 lilitan.
Cara menggulung
kawatnya untuk tegangan 110
V dan 220 V tidak digulung
sendiri-sendiri, tetapi cukup
mencabang sebagai berikut:
digulung dulu sebanyak 1100
lilitan untuk 110 V, kemudian
ujung dari akhir gulungan
disalurkan keluar sebagai
cabang untuk kemudian
digulung lagi sebanyak 1100
lilitan lagi untuk tegangan
2200 V.
Demikian halnya
digulung sekunder: kawat
digulung dulu sebesar 66
lilitan untuk tegangan 6 V
kemudian di cabang, untuk
kemudian ditambah gulungan
lagi sebesar 33 lilitan buat
tegangan 9 V.
Selanjutnya untuk
menentukan tebal atau
diameter kawat digulung
primer dan digulung sekunder
dilakukan sebagai berikut:
Tebal kawat sekunder:
Karena gulung sekunder telah
ditentukan mempunyai besar
arus 500 mA diperlukan kawat
yang mempunyai diameter 0,5
mm (dilihat di daftar tebal
kawat)
Tebal kawat primer:
Untuk menentukan tebal
kawat untuk kawat gulungan
primer harus diketahui besar
arus primer.
Besar arus primer: II = WL/EI
II = besar arus primer.
WL = tenaga digulung primer.
EI = tegangan primer.
Karena besar tegangan
primer juga belum diketahui,
maka dapat ditentukan
dengan memakai
RUMUS : W1 = 1,25 X W2
(rendemen dianggap 80%)
W1 = besar tegang digulung
primer
W2 = besar tegangan digulung
sekunder.
Besar tegangan sekunder W2
= E2 X 12.
W2 = tegangan sekunder.
E2 = tegangan sekunder.
Besar arus dan tegangan
sekunder telah diketahui
yaitu: 9 V, 0,5 A. (500mA)
Besar tegangan sekunder : W2
= 0 X 0,5 = 4,5 Watt.
Besar tegangan primer : W1 =
1,25 X W2
= 1,25 X 4,5
= 5,625 Watt dibutuhkan 5,6
Watt.
Besar arus primer : I1 = W1/E1
I1 = 5,6/220
= 0,025 A = 25 mA.
Menurut daftar tebal
kawat primer untuk untuk 25
mA berukuran: 0,15 mm. Dari
keterangan di atas
transformator yang
direncanakan mempunyai
ukuran-ukuran seperti
dibawah ini:
Jumlah gulung primer
untuk 110 V: 1100 lilitan, diberi
cabang kemudian digulung
lagi sebanyak 1100 lilitan,
untuk 220 V.
Gulung sekunder untuk
6 V: 66 lilitan, diberi cabang
dan ditambah 33 lilitan untuk
9 V. Tebal kawat 0,15 mm.
Tebal kawat sekunder 0,5 mm.
Cara menggulung kawat trafo
dipraktek dilkukan
dengan melilitkan kawat
secara merata syaf demi syaf.
Antara syaf satu dengan yang
lainnya diberi isolasi kertas
tipis. Pembuatan cabang dari
lilitan dilakukan dengan
membengkokkan kawat diluar
lilitan, untuk kemudian
dilanjutkan manggulung lagi
kawat sampai selesai.
Guna melakukan itu
semua pada lobang tempat
gulungan dimasukkan
sepotong kayu ukuran yang
sesuai yang pada kedua belah
ujungintinya dimasukkan as
dari logam yang berhubungan
dengan alat pemutar. (lihat
gambar)
Apakah bagian primer
atau sekunder yang digulung
terlebih dulu tidak menjadi
soal karena kedua akan
memberi hasil yang sama.
,
� �
Diposkan oleh John11mei di 03:43 , 0 komentar
Langgan: Entri (Atom)
IP ADDRESS
SITE INFO
PAGE RANK
CALENDAR
SHOUTMIX
LOREM
SELECT LANGUAGE
© Blogger template The Template by John11mei.blogspot.com 2010

Read more... Read more...

ngetes

testmwj
PERENCANAAN
PENGGULUNGAN
TRANSFORMATOR
Transformator adalah
suatu alat untuk
memindahkan daya listrik arus
bolak – balik dari suatu
rangkaian ke rangkaian lain
secara induksi electromagnet.
Suatu transformator
terdiri dari 2 buah kumparan
(gulungan) kawat email.
Kumparan pertama disebut
gulungan primer dan
kumparan yang kedua disebut
sekunder.
Bahan – bahan yang
diperlakukan untuk
menggulung suatu
transformator antara lain :
a. Kern
Kern atau teras besi lunak
yang terbentuk dari kumparan
besi lunak yang mengandung
silicon yang berbentuk seperti
huruf E dan I
b. Koker
Koker atau rumah atau
tempat mengulung kumparan
primer dan sekunder
c. Kawat email
Kawat email yang terbuat dari
tembaga yang dilapiskan
bahan isolasi yang tahan
panas.
Penentuan Gulungan atau volt
Pada system
penggulungan trafo biasa
terjadi penyimpangan
kerugian Seperti kerugian
kawat email dan kurang panas
tidak diperhitungkan.
Kerugian seperti ini sekitar
20% sampai 30% dari tembaga
gulungan Primer.
Apabila kita ingin
merencanakan gulungan
sekunder 100 watt,maka
Tenaga primer harus lebih 20%
sampai 25% dari tenaga
sukunder. Yang harus selalu
diingat bahwa setiap kali
tegangan gulungan Sekunder
diberi beban tegangannya
akan turun.
Keterangan :
I2 =arus yang mengalir ke
beban
E1=tegangan gulungan primer
dari PLN
E2=tegangan gulungan
sekunder
Dinegara kita tegangan
listrik berfrekuensi sekitar 50
sampai 60 Circle/second oleh
sebab itu untuk menghitung
gulungan pervolt kita.
Dapat memakai rumus:
Circle per second x 1 gulungan
Keliling besi kern untuk koker
Untuk menghindarkan
panasnya transformator
tenaga kita dapat memakai
standar 56 circle/second
sebagai dasar perhitungan
Jadi rumus perhitungan jumlah
gulungan per volt:
56 x 1 gulungan
Keliling besi kern untuk koker
GULUNG PER VOLT
Yang dimaksud dengan
gulungan per volt yaitu
sejumlah gulungan kawat
yang disesuaikan untuk
tegangan sebesar 1 Volt.
Untuk menetapkan
besar jumlah gulung per volt
dipakai ketentuan :
Rumus : gpv = f / O
Dimana
Gpv = jumlah gulang
per volt
f = frekuensi listrik (50
Hz)
O = luas irisan teras diukur dengan cm.
(hasil kali dari lebar dan tinggi
tempat gulungan
Contoh 1 :
Sebuah tempat gulung
kawat transformator
mempunyai ukuran lebar 2,5
Cm dan tinggi 2 cm. Besar
jumlah gulungan per volt :
Jawab :
gpv = f / O
f = 50 Hz
O = 2,5 x 2 = 5 Cm2
gpv = 50 / 5
= 10 gulung / volt
(setiap 10 lilitan kawat
berlaku untuk tegangan
sebesar 1 volt)
Contoh 2 :
Dibutuhkan sebuah
transformator dengan
tegangan 220 V untuk gulung
primer dan tegangan 6 V
digulungan sekundernya,
lebar tempat gulungan kawat
2,5 cm dan tinggi 2 cm.
Berapa jumlah gulungan atau
banyaknya lilitan untuk kawat
primer dan sekunder.
Jawab :
O = 2,5 x 2 = 5 cm2
gpv = 50 / 5 = 10
Jadi untuk gulung
primer dibutuhkan sejumlah
220 x 10 = 2200 lilitan. Untuk
gulungan sekunder dibutuhkan
6 x 10 = 60 lilitan. Mengingat
selalu adanya tenaga hilang di
tansformator jumlah lilitan
digulungan sekunder
ditambahkan 10% = 60 +6 = 66
lilitan.
Dengan jumlah lilitan
tersebut diatas maka bila
gulung primer dihubungkan
kepada tegangan listrik jala –
jala sebesar 220 V, gulungan
sekundernya menghasilkan
tegangan sebesar 6 volt.
GARIS TENGAH KAWAT
Garis tengah atau tebal
kawat tembaga menentukan
kemampuan kawat dilalui arus
listrik. Bila listrik yang
mengalir didalam kawat
melebihi kemapuan dari
kawat akan mengakibatkan
kawat menjadi panas dan jika
arus yang melalluinya jauh
lebih besar dari kemampuan
kawat , kawat akan terbakar
dan putus.
Tabel garis tengah
kawat
Garis tengah atau tebal
kawat (mm)
Kemampuan dilalui
arus ( A )
0,1 0,016 –
0,024
0,15 0,035 –
0,053
0,2 0,063 –
0,094
0,25 0,098 –
0,147
0,3 0,141 –
0,212
0,35 0,190 –
0,289
0,4 0,251 –
0,377
0,45 0,318 –
0,477
0,5 0,390 –
0,588
0,6 0,566 –
0,849
0,7 0,770 –
1,16
0,8 1,01 –
1,51
0,9 1,27 –
1,91
1 1,57 –
2,36
1,5 3,53 – 5,3
2 6,28 –
9,42
2,5 9,82 –
14,73
3 14,14 –
21,20
3,5 19,24 –
28,86
4 25,14 –
37,71
Contoh 3:
Suatu alat memakai
alat tenaga listrik 400 Watt
dipasang pada tegangan 20 V.
Untuk menghubungkan alat
tersebut ke sumber aliran
dibutuhkan kawat yang
bergaris tengah :
W = 400 Watt
E = 200 Volt
I = W/E I = 400/200 I = 2
Ampere
Agar mampu dilewati
arus sebesar 2 A dipakai
kawat dengan ukuran garis
tengah 1 mm. Transformator
jala-jala umumnya mempunyai
gulungan yang bercabang
guna menyesuaikan
tegangan.
Contoh perencanaan
mengulung trafo :
Perencanakan sebuah
transformator jala-jala dengan
data-data sebagai berikut:
Teras besi yang dipergunakan
mempunyai lebar 2,5 Cm dan
tinggi 2 Cm. Dikehendaki
gulung primer untuk dipasang
pada tegangan 110 V atau 220
V dan gulung sekunder yang
menghasilkan tegangan 6 V
dan 9 V, yang menghasilkan
arus 500 mA.
Tentukan berapa jumlah
gulung primer dan gulung
sekunder beserta cabang -
cabangnya. Berapa ukuran
tebal kawat yang dibutuhkan.
Pemecahannya:
0 = 2,5 x 2 = 5 Cm2.
gpv = 50/5 = 10.
Jumlah gulungan primer untuk
110 V: 110 X 10 = 1100 lilitan
Jumlah gulung primer untuk
220 V: 220 X 10 = 2200 lilitan.
Jumlah gulungan sekunder
untuk 6 V: 6 X 10 = 60 lilitan +
10% = 66 lilitan.
Jumlah gulungan sekunder
untuk 9 V: 9 X 10 = 90 lilitan +
10% = 99 lilitan.
Cara menggulung
kawatnya untuk tegangan 110
V dan 220 V tidak digulung
sendiri-sendiri, tetapi cukup
mencabang sebagai berikut:
digulung dulu sebanyak 1100
lilitan untuk 110 V, kemudian
ujung dari akhir gulungan
disalurkan keluar sebagai
cabang untuk kemudian
digulung lagi sebanyak 1100
lilitan lagi untuk tegangan
2200 V.
Demikian halnya
digulung sekunder: kawat
digulung dulu sebesar 66
lilitan untuk tegangan 6 V
kemudian di cabang, untuk
kemudian ditambah gulungan
lagi sebesar 33 lilitan buat
tegangan 9 V.
Selanjutnya untuk
menentukan tebal atau
diameter kawat digulung
primer dan digulung sekunder
dilakukan sebagai berikut:
Tebal kawat sekunder:
Karena gulung sekunder telah
ditentukan mempunyai besar
arus 500 mA diperlukan kawat
yang mempunyai diameter 0,5
mm (dilihat di daftar tebal
kawat)
Tebal kawat primer:
Untuk menentukan tebal
kawat untuk kawat gulungan
primer harus diketahui besar
arus primer.
Besar arus primer: II = WL/EI
II = besar arus primer.
WL = tenaga digulung primer.
EI = tegangan primer.
Karena besar tegangan
primer juga belum diketahui,
maka dapat ditentukan
dengan memakai
RUMUS : W1 = 1,25 X W2
(rendemen dianggap 80%)
W1 = besar tegang digulung
primer
W2 = besar tegangan digulung
sekunder.
Besar tegangan sekunder W2
= E2 X 12.
W2 = tegangan sekunder.
E2 = tegangan sekunder.
Besar arus dan tegangan
sekunder telah diketahui
yaitu: 9 V, 0,5 A. (500mA)
Besar tegangan sekunder : W2
= 0 X 0,5 = 4,5 Watt.
Besar tegangan primer : W1 =
1,25 X W2
= 1,25 X 4,5
= 5,625 Watt dibutuhkan 5,6
Watt.
Besar arus primer : I1 = W1/E1
I1 = 5,6/220
= 0,025 A = 25 mA.
Menurut daftar tebal
kawat primer untuk untuk 25
mA berukuran: 0,15 mm. Dari
keterangan di atas
transformator yang
direncanakan mempunyai
ukuran-ukuran seperti
dibawah ini:
Jumlah gulung primer
untuk 110 V: 1100 lilitan, diberi
cabang kemudian digulung
lagi sebanyak 1100 lilitan,
untuk 220 V.
Gulung sekunder untuk
6 V: 66 lilitan, diberi cabang
dan ditambah 33 lilitan untuk
9 V. Tebal kawat 0,15 mm.
Tebal kawat sekunder 0,5 mm.
Cara menggulung kawat trafo
dipraktek dilkukan
dengan melilitkan kawat
secara merata syaf demi syaf.
Antara syaf satu dengan yang
lainnya diberi isolasi kertas
tipis. Pembuatan cabang dari
lilitan dilakukan dengan
membengkokkan kawat diluar
lilitan, untuk kemudian
dilanjutkan manggulung lagi
kawat sampai selesai.
Guna melakukan itu
semua pada lobang tempat
gulungan dimasukkan
sepotong kayu ukuran yang
sesuai yang pada kedua belah
ujungintinya dimasukkan as
dari logam yang berhubungan
dengan alat pemutar. (lihat
gambar)
Apakah bagian primer
atau sekunder yang digulung
terlebih dulu tidak menjadi
soal karena kedua akan
memberi hasil yang sama.
,

Read more... Read more...

test

About This Blog

Followers

Blog Archive

  © Blogger template The Template by John11mei.blogspot.com 2010

Back to TOP